Wisata Alam Punti Kayu, Hutan Pinus Dalam Kota Terbesar di Indonesia. Kamu Sudah Pernah ke Sana Belum?

Biasanya saya lebih suka menghabiskan hari libur dengan bermalas-malasan di rumah, saving energy supaya besok Senin strong menjalani hari :D. Tapi kalau anak-anak lain, bosan katanya, jadilah hari ini kami berangkat berwisata.

Kami jalan-jalan ke hutan yang berada di jantung kota Palembang. Hutan Punti Kayu namanya.

Punti Kayu merupakan hutan pinus dalam kota terbesar di Indonesia. Hutan ini dibangun untuk tujuan konservasi, yang ditetapkan sebagai hutan lindung sejak tahun 1938, namun dibuka sebagai hutan rekreasi umum pada tahun 1986.

Kawasan ini terdiri dari empat area, yaitu hutan untuk  konservasi, taman rekreasi, danau dan rawa, dan situs camping.

Berdasarkan catatan dari pengelola, Hutan Wisata Punti Kayu memiliki kekayaan flora dan fauna yang beragam.

Dari jenis flora, Hutan Wisata Punti Kayu ditumbuhi berbagai jenis tanaman, seperti Pinus (Pinus Merkussi), Akasia (Acacia Mangium), Mahoni (Switenia Swageri), Talog (Muntingia calabura), dan Pulai (Alstonia Granensis).

Sementara dari jenis fauna, Hutan Wisata Punti Kayu menjadi habitat bagi sekawanan kera ekor panjang, beruk, tupai, biawak, musang, bahkan serangga langka yang belum dinamakan secara ilmiah.

Tempat Wisata alam ini buka mulai pukul  sembilan pagi sampai pukul  empat sore di hari kerja, dengan tiket masuk sebesar Rp10.000,00 per orang , sedangkan di hari libur buka mulai pukul sepuluh sampai pukul lima sore. Tiket masuknya sebesar Rp12.500,00 per orang. Jika kamu membawa mobil kamu akan dikenakan tarif parkir sebesar Rp12.000,00 dan motor Rp6.000,00.

Kami berangkat dari rumah setelah salat zuhur, karena posisi rumah tidak jauh dari tempat wisata. Jadi, saya pikir 3 jam cukup untuk berkeliling.

Tiba di sana saya melihat banyak pengunjung yang berdatangan baik yang membawa kendaraan roda empat maupun roda dua. Begitu pun ketika masuk ke dalam hutan, banyak pengunjung yang membawa keluarganya untuk berekreasi di sana.

Selain itu, di sana juga sepertinya menjadi tempat yang seru untuk berlatih fotografi, terbukti dengan banyaknya rombongan anak-anak milenial yang membawa kamera, mencari spot-spot cantik untuk berfoto.

Nah, untuk fasilitasnya sendiri lumayan lengkap. Lahan parkirnya sangat luas, ada gazebo, pusat informasi, beberapa warung yang menjual beragam makanan dan minuman, musala dan kamar mandi, area bermain untuk anak-anak, outbond dan camping, dan kebun binatang mini.

Untuk menuju lokasinya, jika kamu berangkat dari pusat kota di Masjid Agung Palembang, rute yang dilalui itu lurus ke Jl. Jend.Sudirman sampai ke KM 7. Kamu  bisa naik angkutan umum jurusan KM 5 setalah itu turun dan naik lagi angkutan umum jurusan Talang Betut dan minta supir untuk  berhenti di depan Punti Kayu.

Harga Angkutan Umum sekali naik Rp4.000,00, saja.  Alternatif lain menuju ke sana yaitu dengan menggunakan Trans Musi, naik dari halte Masjid Agung dan berhenti di halte Punti Kayu.

Anak-anak pulang dengan gembira. Pengalaman baru buat saya dan anak-anak yang hanya terbiasa jalan-jalan ke mal 😀

2 thoughts on “Wisata Alam Punti Kayu, Hutan Pinus Dalam Kota Terbesar di Indonesia. Kamu Sudah Pernah ke Sana Belum?

  1. Halo kak, numpang comen untuk taman wisata punti kayu, khususnya buat pengelola taman wisata itu sendiri taman wisata punti kayu sangat menginspirasi karena di jaman melinial dan pemanasan global sekarang ini saat nyaman rasanya berada di kawasan wisata alam khususnya yang berada di tengah kota seperti taman wisata punti kayu. Tapi harusnya pengelola menambah atau memperbanyak berbagai jenis faunanya seperti tempat-tempat wisata atau konservasi alam lainnya yang ada di indonesia supaya menambah minat wisatawan atau warga palembang khususnya, untuk datang sekedar menghilangkan penat atau pun sengaja berlibur.

    1. Betul Kak, kurang banyak fauna jadi enggak banyak yang bisa di lihat terutama buat keluarga yang bawa anak kecil, ya. Tapi, mudah-mudahan pengelola mempertimbangkan untuk menambah fauna ke depannya supaya berwisata ke sana jadi lebih seru. Saya juga suprise ternyata rekan kerja yang sudah lama tinggal di Palembang masih ada yang belum pernah ke main ke sana. Btw, terima kasih udah mampir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *