55 Fakta Acak tentang Pemilik Blog Yuliyani Dot Com

1. Fakta acak saya yang pertama, yaitu nama saya dalam KTP Yuliani

2. Nama di media sosial menjadi Yuli Yani karena ketika mendaftar akun selalu dimintai nama belakang jadi namanya saya pisah, hiks.

3. Saya pernah tanyakan ke Mama arti dari nama saya, tetapi Mama menjawab nama saya diberikan oleh Bibi.

4. Akhirnya, saya Google arti nama saya, saya menemukan ternyata Yuliani means The Journey (perjalanan)

5. Saya menyukai sayuran, sangat menyukai.

6. Sayuran tumis juga sayuran mentah.

7. Hampir semua dedaunan yang saya kenal sebagai lalap saya suka: Daun pepaya muda mentah, hayu, tapi pake kemangi makannya. Daun mangga, daun kedondong, daun jambu monyet, pompohan, antanan (daun pegagan), daun randa midang (kenikir), pucuk petai cina, hanya daun telinga dan daun pintu yang enggak saya makan.

8. Saya sangat menyukai musik.

9. Saya sering mengalami efek prisson saat mendengarkan suara indah penyanyi. Efek prisson adalah perasaan merinding, bulu tangan dan bulu kuduk berdiri untuk beberapa detik dan mengalirkan hawa seperti dingin ke seluruh tubuh yang memberikan efek senang hingga mata berkaca-kaca.

10. Tetapi, beberapa bulan terakhir ini saya jarang mendengarkan musik yang memiliki lirik.

11. Jadi, sekarang saya tidak pernah update lagu terbaru yang sedang menjadi trending.

12. Lagu terbaru yang terakhir saya dengarkan adalah lagu-lagunya Dimash Kudaibergen, seorang penyanyi dari Uzbekistan.

13. Alasan saya melakukan poin ke-9 adalah karena ketika saya mendengarkan lirik lagu, terutama lirik lagu galau di mana saya memiliki kenangan dengan lagu-lagu tersebut, subconcious mind saya mengirimkan rasa tidak nyaman.

14. Jadi, beberapa bulan terakhir ini, saya lebih sering mendengarkan binaural music.

15. Ney untuk ulat bulu, tapi senang melihat kupu-kupu, tetapi kalo sama kupu-kupu gajah saya takut juga.

16. Saya senang memperhatikan langit, terutama langit sore, dan langit pagi, dan langit siang.

55 Fakta Acak tentang Saya, Pemilik Blog Yuliyani Dot Com

17. Tapi sayangnya, saya belum bisa menggambar keindahan langit dengan kalimat.

18.  Saya masih berjuang menulis. Alasannya di poin 35.

19. I am not good at cooking seperti masak masakan berat : rendang, gulai, opor. Mungkin bisa, sih, tapi akan lama memikirkan bahan-bahan, sementara paksu bisa selesai dalam waktu cepet dan anehnya selalu enak walaupun masaknya seperti enggak mikirin bumbu. Kalo saya yang masak, udah lama trus pas dicicip rasanya kadang aneh. Sedihnya tuh di situ.

20. Berbicara tentang poin nomor 16. Saya terjun ke dunia kepenulisan pertengahan 2017.

21. Kelas daring pertama yang saya ikut adalah KMO, dari itu saya punya foto bareng Kang Tendi.

22. Kelas berbayar daring pertama yang saya ikuti adalah kelas menulis artikel di Joeragan Artikel.

23. Saya belajar menulis Artikel tepatnya pada bulan Oktober 2017.

24. Bulan November saya melanjutkan belajar di kelas editor.

25. Bulan Januari 2018, saya bekerja di Takaitu.id sebagai editor.

26. Tahun 2019, saya diangkat menjadi Chief Editor.

27. Sampai saat ini, saya sudah menyunting dan menerbitkan artikel sebanyak kurang lebih 2000 artikel.

29. Saya bersyukur dipertemukan dengan Joeragan Artikel (JA), dengan Ummi. Mungkin jika tidak bertemu JA, saya tidak akan mendapatkan pengalaman poin 21—23.

30. Pada pertengahan tahun 2018, Ummi mengajak saya bergabung menjadi Admin JA dan lebih konsisten lagi mengenalkan training-training yang JA adakan.^^

31. Awalnya, saya sering merasa cemas saat posting status mengenalkan training-training terbaru.

33. Tetapi saat ini, rasa cemas saat posting status tidak pernah ada lagi. Alah bisa karena biasa.

34. Dan poin 31 terjadi karena saya baru dan belum terbiasa.

35. Saya menghormati dan mencintai para Mimin JA walaupun saya tidak pernah mengatakannya. I adore them. Mereka keren-keren.

36. Dan mungkin begitu pun sebaliknya dengan mereka.

37. Mamake, salah satu admin JA, “melamar” saya pada bulan Agustus 2019 untuk menemaninya di Makmood Publishing. Saya rasa itu bukti dari poin nomor 29.

38. Lalu, saya mulai menyunting buku pada bulan September 2019.

39. Sampai saat ini, ada 6 buku yang sudah saya sunting. Dua buku solo, 4 buku Antologi.

40. Berbicara mengenai poin 25, sudah sekitar 5 bulan saya istirahat menyunting di sana. Mungkin saya akan kembali ketika Uda nyolek saya lagi.

41. Disebabkan poin 40, jadi saya memiliki banyak waktu untuk belajar menulis.

42. Saya masih berjuang menulis karena saya menghabiskan waktu lebih banyak untuk menyunting daripada menulis.

43. Di sela-sela menyunting, saya berusaha ikut menulis buku antologi.

44. Buku antologi pertama saya The Power of Writing ditulis bersama teman-teman alumni JA pertengahan tahun 2019.

45. Sejak terjun ke dunia persilatan ini, dunia kepenulisan maksudnya, buku antologi saya baru berjumlah 5 dan mungkin akan menjadi 6 sebentar lagi.

46. Salah satu buku saya adalah buku antologi Copywriting yang ditulis bersama teman-teman alumni Seniman Copywriting.

47. Setelah bergabung menjadi salah satu penulis di buku Copywriting, akhirnya saya dicolek founder Seniman Copywriting untuk menjadi editor SC Publishing baru-baru ini.

48. Tepatnya tanggal 28 Agustus 2020, saya diangkat menjadi Editor SC Publishing.

49. Jadi, hari-hari saya mungkin akan lebih banyak saya habiskan untuk menyunting dan menyunting.

50. Namun, saya sadar, saya harus tetap berlatih menulis.

51. Dari itu, saya ada di sini, ngeblog untuk berlatih.

52. Tujuan awal saya membuat blog ini memang untuk poin 51.

53. Saya baru menyadari ini adalah poin kelima puluh tiga, padahal niatnya saya hanya akan menulis 50 fakta acak tentang saya.

54.Karena sudah lima puluh tiga, jadi saya berpikir untuk menggenapkan menjadi lima puluh lima poin.

55. Untuk menjadikannya lima puluh lima, saya ingin mengulang mengingat poin 23. Kalo dihitung-hitung dari sana, berarti ini tahun ke-3 saya belajar di dunia kepenulisan.