Manfaat Menulis Bebas

Halo, Mx!

Kamu lagi bingung mau menulis apa? Mungkin kamu harus mencoba menulis bebas atau freewriting. Freewriting adalah praktik menulis apa pun yang ada dalam pikiran untuk jangka waktu yang telah ditentukan tanpa berhenti untuk berpikir. Kunci dari kegiatan ini adalah tetap menulis, bahkan ketika kamu merasa mandek atau kehilangan kata-kata.

Saya ingin berbagi tentang pengalaman dan apa yang saya rasakan tentang freewriting. Saya sangat menikmati melakukan freewriting karena saya bisa menulis apa pun tanpa harus berpikir keras apa yang harus saya tulis. Saya hanya tinggal membiarkan otak dan tangan saya bekerja bersama-sama untuk menuangkan semua yang ada dalam pikiran saya. Bagi saya pribadi saya lebih memilih melakukan freewriting ini dengan tulisan tangan. Biasanya, saya menulis di buku A3 supaya lebih leluasa.

Apa yang saya Tulis saat Menulis Bebas?

Saya membuat daftar ha-hal yang positif yang terjadi pada hari saya menulis. Di lain waktu, saya menuliskan hal-hal yang ingin saya capai esok hari, minggu depan, ataupun bulan depan dan seterusnya.

Saya mencatat kejadian-kejadian penting dalam hidup saya serta pencapaian- pencapaian yang sudah saya dapatkan. Saya juga menuliskan masalah-masalah masalah yang sedang saya hadapi lalu menanyakan kepada diri sendiri  solusi, ide, dan kemungkinan-kemuningkan apa pun itu.

Dan inilah manfaat menulis bebas yang saya rasakan.

Membuat Saya Menjadi Lebih Rilek

Saat saya menulis bebas, saya menuliskan apa saja yang ada dalam pikiran dan sebetulnya para psikolog merekomendasikan hal ini, Mx, kenapa? karena denga menulis bebas kita bisa mengeluarkan semua unek-unek, semua perasaan yang terpendam.

 Saya menulis secara jujur tentang perasaan-perasaan saya, mempercayakan kepada diri sendiri untuk melihat lebih dalam tentang apa yang saya rasakan dan sekaligus mencarikan solusi dari masalah tersebut.

Bagi kamu yang menyukai menulis fiksi.  freewriting ini sebetulnya bagus untuk melatih kemampuan menulis kamu. Bagaimana melakukannya? Kamu bisa berpura-pura bahwa salah satu karakter kamu yang sedang marah kepada karakter yang lain dalam tulisan kamu itu adalah orang lain dan biarkan tulisan kamu tersebut mengalir ke mana pun ending-nya. Namun, saya jarang melakukan hal itu karena saya belum tertarik untuk menulis fiksi, tetapi mungkin akan mencoba melakukannya lain kali.

Latihan Menulis yang Menyenangkan

Saat menulis bebas, saya tidak memikirkan cerita saya bagus atau tidak karena yang saya ceritakan adalah pengalaman atau hal-hal yang saya alami sehingga saya pun tidak memikirkan untuk mengedit tulisan saya tersebut. saya hanya membiarkan apa pun yang ada di dalam pikiran mengalir. Jika pun nanti ide tersebut ingin saya jadikan tulisan untuk dibaca  khalayak umum, saya bisa mengeditnya nanti sehingga proses kreatif  dalam menulis tidak terganggu.

Memilih waktu Menulis 

Saya biasanya melakukannya di pagi hari sebelum memulai aktivitas, hal ini dapat membantu saya menjernihkan pikiran dan menetapkan prioratitas hari itu.

Saya juga menulis di malam hari. Menulis reflektif di malam hari membantu saya merenungkan apa yang sudah saya lakukan seharian dan membuat target yang lebih baik lagi untuk hari berikutnya. Saya juga menuliskan rasa syukur tentang apa pun yang saya alami di hari tersebut dan untuk membuat saya lebih rileks biasanya saya memutarkan instrumental music untuk menemani saya menulis.

Namun, yang mungkin belum saya lakukan adalah saya belum menentukan waktu berapa lama saya harus menyelesaikan tulisan. Selama ini saya hanya membiarkan saya menulis hingga tuntas apa-apa yang ingin saya tuliskan tanpa memperdulikan berapa lama saya melakukannya, tetapi sepertinya saat ini tidak lagi. Saya mulai mengatur waktu berapa lama saya harus menyelesaikan tulisan. Seperti artikel yang saya tulis ini misalnya.

Bagaimana teman-teman? Apakah kamu menikmati kegiatan menulis bebas? Share ceritamu, yuk!