Belajar Meresensi Buku, yuk!

Hello, Mx!

Satu minggu udah berlalu, awal tahun 2020 ini saya belum menuliskan resolusi apa pun sampai hari ini, walaupun sebetulnya banyak rencana terutama dalam hal kepenulisan.

Semenjak liburan sekolah, saya enggak bisa memfokuskan pikiran untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran dan mencatat apa-apa yang pengen saya lakuin di bulan ini. Pertama,  karena saya menghabiskan banyak waktu bersama anak-anak.  kedua, enggak mudah rasanya bagi saya untuk menulis sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dalam suasana riweuh (udah masuk tahun 2020, tetapi beralasan mah tetep, duh🤭)

Hari ini, anak-anak mulai kembali ke sekolah dan saya memiliki waktu untuk bersama diri saya sendiri, untuk menulis, untuk mulai merencanakan apa yang ingin diperbaiki di tahun baru ini—yang sebetulnya banyak—salah satunya yang udah saya mention tadi, tentang menulis. Pengen rajin menulis di tahun ini saya tuh, duh, semoga istikomah, ya.



Sekilas tentang Resensi Buku

Dilansir dari Wikipedia resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu resentie dan  bahasa Belanda, yaitu recensiorecensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali, melihat kembali, menimbang, atau menilai. Jadi, resensi buku adalah suatu penilaian terhadap sebuah buku. Sebenarnya yang biasa diresensi ini enggak hanya buku aja, sih, tetapi bisa film juga drama.

Lalu, bagaimana cara meresensi buku?

Banyak sebetulnya contoh-contoh meresensi buku yang bisa kamu baca di internet, tetapi jangan heran jika resensi yang kamu baca berbeda-beda karena resensi buku biasanya memang ditulis berdasarkan sudut pandang si penulis resensi sendiri sebagai penikmat buku. Namun, dalam penulisan resensi, biasanya mengandung kelebihan, kekurangan serta informasi dari buku tersebut.

Nah, untuk penulisan informasi ini biasanya ada yang memulai menuliskannya dengan identitas buku (Judul, judul asli, alih bahasa—Jika buku terjemahan, nama penulis, desain sampul, cetakan, penerbit, tebal buku, ukuran buku, dan nomor ISBN) lalu profil penulis kemudian sinopsis, kemudian dilanjutkan menuliskan ulasan singkat tentang buku yang diresensi tersebut, selanjutnya di akhir, penulis menuliskan tentang kekurangan dan kelebihan buku tersebut.

Namun, ketika meresensi, ada juga yang memulainya dengan langsung menulis ulasan singkat yang kemudian menceritakan aspek-aspek paling penting serta menyertakan kutipan-kutipan bijak dalam buku yang dibaca dan lalu menuliskan kesimpulan serta opini penulis.

Jika penulis pernah membaca buku yang mirip, penulis biasanya akan membandingkan buku yang diresensinya dengan menuliskan kalimat seperti, “Jika kamu menyukai buku ABC, saya rasa kamu pun akan menyukai buku ini.” Kemudian di akhir tulisan penulis akan memberi rating pada buku yang diresensinya. FYI, rating paling tinggi untuk buku bagus biasanya 5, ya, Miks.

Manfaat Merensi Buku Apa, sih?

Manfaat meresensi buku, banyak. Untuk saya sendiri mungkin ini akan menjadi ajang saya mengembangkan kreativitas. Semoga dengan semakin sering saya menulis atau meresensi buku, kreativitas saya semakin terasah.

Manfaat lain adalah dengan menulis resensi—saya ataupun kamu—bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Ijo, ya, kalau udah denger cring cring hihi ... tapi bener, sekarang udah banyak platform kepenulisan yang menerima tulisan resensi buku, salah satunya adalah flatform kepenulisan yang suka bagi-bagi cendol. Ayo, tahu enggak paltform kepunulisan apa?😁

Manfaat kedua, sebagai sarana promosi buku. Kalau kamu punya buku solo atau antologi, kamu bisa meresensi buku kamu karena biasanya setelah baca resensi pembaca jadi mupeng pengen beli bukunya. Saya seringnya gitu soale, pengennya beli buku setelah baca resensi hihi ….

Manfaat ketiga, resensi buku bisa memberikan gambaran pada pembaca tentang sebuah buku. Jadi, dengan meresensi kamu sudah memberikan informasi yang bermanfaat buat pembaca. Berbagi itu indah, ye,‘kan?



Itu dia sedikit ulasan tentang meresensi sebagai bahan belajar saya. Kegiatan resensi meresensi buku ini akan dimulai besok, Selasa, 7 Januari 2020. Targetnya minimal dua buku dalam satu bulan. Doakan saya istikomah, Mx. Ganbatte untuk saya dan untuk kamu semua juga yang ikut kegiatan resensi di bulan ini. Semoga lancar kegiatan kita, ya.