Menulis Resensi Film, Siapa Takut? Yuk, Intip Dulu Cara-Caranya

Hai, Mx!

Selain meresensi buku, bulan ini saya juga ikut belajar meresensi film. Padahal sebenernya jarang nonton film, tetapi karena sudah diamanhkan menjadi penanggung jawab grup. Jadi, semoga kegiatan ini juga lancar. Mungkin weekend bisa saya targetkan untuk menonton lalu menulis review setelahnya. Bismillah.

Namun, seperti meresensi buku, meresensi film juga akan menjadi sesuatu yang baru buat saya. Sama seperti membaca buku, baca, ya, baca aja, pun nonton, ya, nonton aja, tetapi, insyaallah bulan ini saya juga akan belajar bagaimana meresensi film.

Resensi, seperti yang sudah saya bahas di sini, adalah merupakan cara untuk menilai sebuah karya seni. Jadi, kalau resensi buku menilai sebuah buku dan resensi film menilai film dari kelebihan atau kekurangannya.



Dirangkum dari beberapa sumber, berikut 4 elemen yang ada dalam meresensi film

1. Pendahuluan

Dalam pendahuluan ini harus terdapat sejumlah  informasi tentang identitas film itu sendiri, seperti : judul film, sutradara, penulis naskah, produser, pemeran, durasi, bahasa, negara asal film, dan tempat produksi film tersebut.

Nah, khusus untuk pemeran, nama-nama pemeran yang ditulis nanti cukup tokoh-tokoh utamanya saja. Selain data-data tersebut, identitas film juga bisa ditambah dengan data nama simatografer, penata musik, distributor, dan penyunting dari film tersebut.

Namun, ada juga, sih, yang menempatkan identitas film ini di akhir resensi dan mengawali pembukaan resensi dengan menuliskan sinopsis filmnya.

2. Menuliskan Garis Besar Cerita atau Ringkasan CErita Film

Ringkasan cerita ini bisa berasal dari sinopsis yang kemudian nanti dikembangkan dengan gaya bahasa kita sendiri setelah menonton filmnya. Ringkasan cerita ini ditulis tentu saja agar pembaca mengetahui garis besar cerita, merasa tertarik ,dan bisa mempertimbangkan apakah bagus atau tidaknya film yang diresensi tersebut, ya, Mx.

3. Menulis Ulasan Kelebihan dan Kekurangan Film

Dalam menulis ulasan ini penulis bisa menuliskan tentang kesan-kesan khusus yang dirasakan ketika menonton film tersebut. Penulis bisa mengungkapkan emosi-emosi tertentu yang dialami. Penulis juga bisa menyampaikan pikiran atau pendapat pribadi mengenai film yang ditontonnya tersebut.

4. Menulis Kesimpulan

Setelah poin ketiga semua dibahas, langkah terakhir adalah menuliskan kesimpulan. Dalam kesimpulan ini penulis menjelaskan secara gamblang kepada pembaca mengenai film yang diresensinya dan menjelaskan bahwa film tersebut layak ditonton atau tidak. Penulis juga bisa memberikan rating film sebagai penutup resensinya. 

Untuk contoh resensinya bisa dipelajari di Contoh Resensi Film  ini, ya, Mx. 

Kalau untuk contoh resensi yang identitas filmnya disertakan di akhir, bisa dipelajari di Review Film Terbaru yang menurut saya review-nya keren banget. 

Nah, Selain contoh-contoh di atas, ada juga contoh resensi yang lebih sederhana, contohnya seperti resensi tentang film Meet the Parent di bawah ini. Resensi film Meet the Parent ini saya terjemahkan bebas dari laman Wikihow.

Baru-baru ini, saya menonton film Meet the Parents dan saya sangat suka dengan filmnya. Meet the Parent adalah film komedi yang menggambarkan apa yang terjadi ketika seorang pria diperkenalkan ke keluarga pacarnya untuk pertama kalinya. Singkat cerita, pria ini akhirnya masuk ke dunia masalah yang tidak pernah ia duga.

Film ini dipenuhi dengan aktor luar biasa yang benar-benar membuat film ini berhasil. Pertama, Robert De Niro memberikan kinerja legendaris dalam film ini dan benar-benar lucu. Ben Stiller sebagai pemeran utama pria dengan kelucuannya tersendiri.  Lama-lama, Owen Wilson juga kocak di sepanjang film meskipun ia memainkan peran pendukung. Pemilihan pemain untuk film ini benar-benar sempurna, para aktor tidak mengecewakan.

Seperti yang telah disebutkan, selama pertemuan pertamanya dengan keluarga sang pacar, Greg (Stiller) terlibat dalam situasi sulit yang melibatkan hewan peliharaan keluarga, kebohongan, anggota keluarga, kebakaran, dan bahkan permainan olahraga. Masalah yang dia hadapi akan membuat kamu tertawa terbahak-bahak. Selain itu, kamu pasti akan menyukai film ini dan akan penasaran untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Salah satu hal terbaik tentang film ini adalah film ini sangat mirip dengan kehidupan kita. Kita semua memiliki saat-saat canggung (banyak dari cerita mereka yang mirip dengan kehidupan cinta kita) yang membuat kita meringis. Terlepas dari situasi memalukan yang mungkin pernah kamu alami, Greg mungkin mengalami sesuatu yang lebih buruk, tetapi kamu tidak akan bisa menahan tawa dengan bebannya si Greg.

Akhirnya, saya suka bagaimana di film ini ketika semua akhirnya tampak berjalan dengan baik, semuanya bisa berbalik dalam sekejap tanpa menampakkan terlalu banyak, ada banyak scene di mana kamu berpikir bahwa Greg akhirnya akan membuat kesan yang baik, tetapi kemudian dia akhirnya mengacaukannya lagi, membuat kamu tertawa terbahak-bahak.

Secara keseluruhan, ini adalah film yang bagus dengan campuran banyak sekali tawa dan kisah cinta, semua digabung menjadi satu. Jika kamu mencari yang seru atau tertawa ngakak, film ini cocok buat kamu.

Kalau kamu mau baca versi asli dari review ini,  kamu bisa meluncur ke  sini.




Nah, itu dia sedikit mengenai resensi film dan juga contohnya. Ini bahan belajar saya juga. Kegiatan saya meresensi film juga waktunya seperti meresensi buku, yaitu akan dimulai Selasa, 7 Januari 2020. Semoga saya bisa konsisten untuk belajar menulis resensi di bulan ini. Ganbatte Yuli dan Ganbatte buat kamu juga—yang punya resolusi ingin konsisten menulis di tahun ini 💪